Kapan Munculnya Syi’ah?

Oleh : Syaikh Abdullah bin Muhammad As Salafy.

Kapan Munculnya Syi'ah?

Kapan Munculnya Syi’ah?

Golongan ini lahir tatkala muncul seorang Yahudi mendakwakan dirinya sudah masuk Islam, namanya Abdullah bin Saba. Mendakwakan kecintaan terhadap ahli bait,dan berlebih-lebihan memuja-muji Ali, dan mendakwakan, bahwa Ali mendapat wasiat untuk menjadi khalifah, kemudian ia mengangkat Ali sampai ke tingkat Ketuhanan, hal ini diakui oleh buku-buku syi’ah sendiri.

Al Qummi berkata dalam bukunya “Al Maqaalaat wal Firaq” : Ia mengakui keberadaannya, dan menganggapnya orang pertama yang berbicara tentang wajibnya keimaman Ali, dan raj’iyah Ali (keyakinan bahwa Ali akan kembali ke dunia sebelum hari kiamat),dan menampakkan celaan terhadap Abi Bakar, Umar dan Utsman serta seluruh sahabat, seperti yang dikatakan oleh An Nubakhti di bukunya “Firaqus Syi’ah”. Sebagaimana Al Kissyi mengatakan demikian juga di bukunya yang dikenal dengan “Rijaalul Kissyi”. Pengakuan mereka inilah bukti paling nyata, dan mereka-mereka ini semuanya adalah ulama besar  Syi’ah Rafidhah.

Al Baghdadi berkata : Kelompok Sabaiyah adalah pengikut Abdullah bin Saba yang telah berlebih-lebihan (dalam memuji) Ali, dan mendakwakan, bahwasanya Ali adalah nabi, kemudian bersikap berlebih-lebihan lagi, sehingga ia mendakwakan bahwasanya Ali adalah Allah.

Al Baghdadi berkata : adalah ia (Abdullah bin Saba) anak orang berkulit hitam, asal usulnya adalah orang Yahudi dari penduduk Hirah (Yaman), lalu mengumumkan keislamannya, dan menginginkan agar ia mempunyai pengaruh dan kedudukan di tengah-tengah penduduk negeri Kufah, dan ia juga menyebutkan kepada mereka, bahwasanya ia membaca di Taurat, bahwa sesungguhnya bagi tiap-tiap nabi punya orang yang diwasiatkan, dan sesungguhnya Ali adalah orang yang diwasiatkan Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam.

Dan As Syihristaani menyebutkan dari ibnu Saba, bahwasanya ia adalah orang yang pertama kali menyebarkan perkataan keimaman Ali telah ditetapkan oleh nabi, dan ia menyebutkan juga dari kelompok sabaiyah, bahwa kelompok ini adalah firqah (golongan) yang pertama sekali mengatakan masalah ghaibah (keyakinan menghilangnya imam Mahdi yang mereka tunggu-tunggu)  dan akidah raj’iyah, kemudian Syi’ah mewarisinya setelah itu, meskipun mereka itu berbeda, dan pecahan golongan mereka banyak. Perkataan tentang keimaman dan kekhilafan Ali merupakan ketetapan dari nabi dan wasiat beliau, itu merupakan dari kesesatan-kesesatan Ibnu Saba.

Yang akhirnya Syi’ah sendiri berpecah menjadi golongan-golongan dan perkataan-perkataan yang banyak sampai puluhan golongan dan perkataan. Begitulah Syi’ah membuat bid’ah dalam perkataan tentang keyakinan wasiat, raj’iyah, ghaibah, bahkan perkataan menjadikan imam-imam sebagai tuhan, karena mengikuti Ibnu Saba orang yahudi itu.

Dikutip dari http://www.koepas.org/index.php/sejarah/309-kms

This entry was posted in Sejarah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s